Pemkab Aceh Utara Bersama PHE NSO Lakukan Kunjungan Pertama Ke Stasiun Penelitian dan Restorasi Lanskap Cot Girek
Aceh Utara | suaraaceh.id- Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) melakukan kunjungan pertama ke Stasiun Penelitian dan Restorasi Lanskap Cot Girek. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kawasan penelitian sekaligus melihat secara langsung potensi keanekaragaman hayati yang masih terjaga di kawasan tersebut, Kamis 20/08/2026.
Kegiatan ini diawali dengan prosesi Peusijuek sebagai bentuk rasa syukur dan doa bersama atas dimulainya pemanfaatan Stasiun Penelitian dan Restorasi Lanskap Cot Girek. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kenduri bersama masyarakat sebagai bagian dari tradisi dan kebersamaan dalam peresmian stasiun penelitian tersebut.
Setelah kegiatan peresmian, rombongan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan tim PHE NSO melanjutkan perjalanan dengan melakukan trekking ke dalam kawasan stasiun penelitian. Perjalanan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan, menikmati keunikan hutan, serta mengenal berbagai jenis pohon dan tumbuhan yang terdapat di dalam areal stasiun.
Perjalanan trekking tersebut membutuhkan waktu sekitar 75 menit. Jalur yang dilalui cukup menantang karena rombongan harus melewati medan dengan kontur naik dan turun bukit. Namun, perjalanan terasa menyenangkan dengan suasana hutan yang masih alami, udara yang sejuk, serta keindahan vegetasi di bawah kanopi hutan.
Selama perjalanan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan tersebut, mulai dari pohon-pohon hutan bernilai tinggi, berbagai jenis rotan, hingga tanaman yang memiliki potensi sebagai tanaman obat.
Sekretaris Bappeda Aceh Utara, Ibu Inong Sofiarini, yang turut mengikuti perjalanan tersebut mengungkapkan kekagumannya terhadap kondisi alam di kawasan Stasiun Penelitian dan Restorasi Lanskap Cot Girek.
“Alamnya masih sangat bagus. Banyak pohon yang bernilai tinggi masih dipertahankan. Kawasan seperti ini sangat penting untuk terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.
Sementara itu, Jefry Mulia, Staf CDO PHE NSO, mengatakan bahwa perjalanan trekking menuju dan mengelilingi kawasan stasiun memberikan pengalaman yang menarik bagi para peserta.
“Jalur trekking-nya sangat menantang, namun cukup seru karena kita bisa mengenal berbagai jenis pohon, rotan, dan tanaman obat yang ada di dalam kawasan ini,” katanya.
Keberadaan Stasiun Penelitian dan Restorasi Lanskap Cot Girek diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan penelitian dan restorasi kawasan, tetapi juga dapat berkembang sebagai sarana pembelajaran dan edukasi lingkungan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui keberadaan pusat penelitian ini, generasi muda diharapkan dapat lebih dekat dengan alam serta memperoleh pengetahuan tentang hutan, keanekaragaman hayati, dan satwa liar. Dengan demikian, kawasan ini dapat menjadi ruang belajar terbuka yang mendorong tumbuhnya kesadaran dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kunjungan pertama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama PHE NSO ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi Stasiun Penelitian dan Restorasi Lanskap Cot Girek kepada para pemangku kepentingan. Ke depan, kawasan ini diharapkan dapat menjadi pusat penelitian, edukasi, konservasi, serta pembelajaran bagi berbagai kalangan dalam mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Lanskap Cot Girek.(red)
