LHOKSUKON | suaraaceh.id- Isu dugaan kontrak pemanen antara PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional VI Cot Girek dan Serikat Tani Aceh (SETIA) terus bergulir di tengah publik, meskipun pihak SETIA telah membantah kebenarannya. Menanggapi hal tersebut, manajemen PTPN memilih untuk tidak berkomentar.
Asisten Personalia Umum (APU) PTPN IV Regional VI, Samsuar, menyatakan pihaknya enggan menanggapi isu yang dinilai tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Saya tidak berkomentar soal hal ini. Kita lebih baik tidak menanggapi isu yang tidak jelas," ujar Samsuar saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (20/2026).
Menurut Samsuar, saat ini manajemen lebih memilih fokus pada penyelesaian konflik ribuan hektar lahan sawit yang tengah bersengketa dengan pihak terkait. Ia menyebutkan, hingga kini belum ada tindak lanjut pengukuran lahan kendati kesepakatan tersebut telah dicapai dalam musyawarah bersama Bupati beberapa waktu lalu.
"Hasil dari pertemuan kami bersama pemerintah dan masyarakat, disepakati lahan itu diukur kembali," tambahnya.
Kendati demikian, ketika ditanya lebih lanjut mengenai perkembangan hasil musyawarah di kantor bupati, Samsuar enggan memberikan penjelasan lebih rinci. Ia beralasan persoalan konflik tersebut sudah diketahui publik dan media massa, sehingga tidak perlu dipertanyakan ulang.
Samsuar meminta awak media agar tidak kembali membahas persoalan yang telah berlalu. Pihaknya mengaku lelah karena telah menempuh berbagai upaya lobi kepada pemerintah dan instansi terkait guna mempercepat penyelesaian konflik lahan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Samsuar juga sempat menunjukkan kartu pers dari dompetnya dan mengaku memahami kerja jurnalistik.
"Saya ini media juga, jadi saya tahu profesi media," ucapnya.
Saat ditanyakan lebih lanjut soal kepemilikan kartu pers, Samsuar mengaku kartu tersebut penting dimiliki dengan tujuan untuk jaga-jaga di dalam perjalanan.
Samsuar mengaku kartu itu penting untuk dimiliki sebagai langkah antisipasi selama di perjalanan. Menurutnya, jika terjadi suatu masalah di jalan, ia tinggal menunjukkan kartu tersebut untuk memperlihatkan bahwa dirinya dari kalangan media. (AG)

