Rafsanjani menyampaikan apresiasi kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Utara yang dinilai telah sukses melaksanakan rangkaian kegiatan upacara HUT RI ke-81.
“Ini merupakan momentum sakral bagi bangsa Indonesia. Kita patut mengapresiasi pihak-pihak yang telah bekerja sehingga upacara peringatan kemerdekaan dapat terlaksana dengan baik,” ujar Rafsanjani.
Apresiasi juga disampaikan kepada Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Menurut Rafsanjani, keberhasilan pelaksanaan upacara tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak.
Namun, di tengah apresiasi tersebut, Rafsanjani juga menyinggung adanya sorotan dari berbagai pihak terkait besaran anggaran yang disebut-sebut digunakan untuk pelaksanaan kegiatan HUT RI.
Menurutnya, persoalan anggaran sebaiknya tidak menjadi ruang untuk saling menuduh atau membuat kesimpulan sebelum adanya pemeriksaan dari lembaga yang memiliki kewenangan.
“Kalau memang ada sorotan terkait anggaran, biarkan penegak hukum atau BPK RI yang melakukan audit dan memeriksa sesuai aturan. Kita harus menghormati proses dan kewenangan lembaga yang berkompeten,” katanya.
Rafsanjani menilai, transparansi dan akuntabilitas tetap penting dalam setiap penggunaan anggaran publik. Jika terdapat dugaan penyimpangan, ia mendorong agar hal tersebut diperiksa melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Yang pastinya, hari ini Aceh Utara telah berhasil melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Itu patut kita apresiasi bersama,” ujarnya.
Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjalankan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.***

